Misteri di Balik Debu Galunggung: Mengapa Jurnalis Dilarang Mengintip Galian C?
TASIKMALAYA – Lereng Gunung Galunggung biasanya menawarkan panorama hijau yang menenangkan, namun belakangan ini, suasana di beberapa titik lokasi penambangan pasir (Galian C) terasa jauh lebih "panas" daripada suhu kawahnya. Bukan karena aktivitas vulkanik, melainkan karena kabut misteri yang menyelimuti akses informasi di sana.
Baru-baru ini, sebuah tanda tanya besar muncul: Ada apa sebenarnya di balik bukit-bukit pasir itu?
Beberapa awak media yang mencoba menjalankan fungsi kontrol sosialnya melaporkan adanya hambatan saat hendak meliput di area penambangan. Alih-alih mendapatkan keterbukaan informasi, para pemburu berita justru dihadang oleh pembatasan akses yang ketat.
Pertanyaan yang Mengusik Publik
Kejadian ini memicu rentetan pertanyaan yang kian liar di tengah masyarakat:
* Apakah ada yang disembunyikan? Jika sebuah aktivitas penambangan telah mengantongi izin lengkap (IUP) dan berjalan sesuai prosedur lingkungan, mengapa kehadiran jurnalis dianggap sebagai ancaman?
*
* Ke mana larinya transparansi? Sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999, menghalangi kerja jurnalis adalah tindakan melanggar hukum. Lantas, siapa yang memberikan komando untuk "menutup pintu" bagi media di Galunggung?
*
* Bagaimana dengan dampak lingkungan? Tanpa pantauan mata publik melalui lensa kamera wartawan, bagaimana warga bisa yakin bahwa penggalian tersebut tidak mengancam ekosistem kaki gunung yang menjadi sumber air bagi ribuan petani di Tasikmalaya?
*
Menanti Jawaban dari Balik Pagar
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola terkait alasan spesifik pelarangan peliputan tersebut. Bungkamnya pihak-pihak terkait justru semakin menyuburkan rasa penasaran publik. Apakah ini sekadar masalah prosedur keamanan internal, ataukah ada "kerusakan" yang tak ingin terlihat oleh dunia luar?
Masyarakat kini hanya bisa menatap truk-truk pasir yang keluar masuk dari kejauhan, sembari bertanya-tanya: Sampai kapan Galunggung akan terus "dikeruk" dalam diam tanpa pengawasan yang transparan?
#MisteriGalunggung #GalianCTasikmalaya #KebebasanPers #LingkunganHidup #AdaApaDenganGalunggung #JurnalisDihalang
Halangi #InfoTasik


